TIPOGRAFI LAYAR KACA (1)

Bagian 1 | Langkah-langkah positif
oleh: Irvandy Syafruddin
Belakangan ini saya mulai serius mengikuti perkembangan dunia tipografi diluar dunia cetak. Munculnya media-media komunikasi baru seperti eBook, iPhone dan yang terakhir iPad dari Apple membuat saya tertarik dan ingin membagi informasi dengan mencoba merangkum perkembangan-perkembangan positif dunia tipografi di masa datang.
Adrian pernah ditanya oleh seseorang:
— “Mengapa jenis huruf banyak sekali?”
Beliau menjawabnya dengan juga sebuah pertanyaan:
— “Mengapa pula banyak jenis minuman anggur disebuah restoran?”.
Adrian Frutiger adalah seorang perancang huruf terkemuka di abad 20 dan seperti perancang huruf lain yang juga sering menyatakan bahwa seharusnya kita menggunakan jenis huruf sesuai dengan isi teks yang tertulis. Mungkin peryataan ini tak akan lagi bermasalah bila teks tersebut berlingkup dalam dunia cetak. Lain lagi bila teks tersebut digunakan dalam halaman web di era internet ini. Belum lagi masalah-masalah teknis dan standarisasi yang masih berbeda-beda.
Untuk itu, pada bagian ini kita akan menengok kembali perkembangan tampilan tipografi di internet dari awal era digital ini.
Masalah-masalah yang muncul
Tipografi internet termasuk elemen yang perkembangannya sangat lambat dibanding dengan elemen-elemen lain. Masalah yang timbul dalam dunia tipografi di dunia internet antara lain minimnya persediaan huruf yang layak pakai dalam bahasa yang berbasiskan HTML dalam tampilan web. Huruf-huruf tersebut antara lain seperti Arial dan Verdana untuk jenis huruf sans, Times New Roman juga Georgia untuk golongan huruf serif dan Courier untuk golongan huruf monospace. Atau dengan kata lain, jenis huruf yang dapat ditampilkan hanya jenis-jenis huruf yang sudah terinstal diesetiap komputer berbasis Windows atau Mac ketika si konsumen membelinya.
Langkah-langkah menuju solusi

Dalam perkembangan teknologi dunia internet, langkah-langkah yang pernah dicoba untuk memungkinkan penggunaan jenis-jenis huruf yang lain di suatu halaman web dimulai dari tahun 1993, ketika teknologi internet sudah mulai bisa menampakan gambar atau image disuatu halaman web. Pada tahun-tahun tersebut orang menggunakan cara »Image-Replacing« untuk menayangkan judul-judul teks dengan jenis huruf yang mereka ingin tampilkan.

Diawal tahun 1998 muncul suatu teknik penayangan huruf di internet yang disebut »@font-face« yang pada waktu itu digunakan di dua browser raksasa Internet Explorer ataupun Netscape sebagai teknik standar mereka di bidang tipografi dalam web. Jenis huruf yang ingin ditampilkan dikemas (embedding) bersama halaman web dan akan muncul di layar ketika halaman tersebut dibuka oleh sipengunjung. Sebenarnya teknik ini berfungsi dengan baik, namun masalah jenis format si-huruf yang dipakai dua browser tersebut berbeda atau belum ada standarisainya. Masalah ini lah yang menghambat perkembangan teknik @font-face pada waktu itu.

Langkah positif berikutnya muncul pada tahun 2003, dimana sintak CSS mulai ramai digunakan dalam rancangan web yang teratur dalam tata letaknya dan teknik ini didukung oleh browser-browser besar. Orang mulai mencoba menggabungkan teknik CSS dengan tipografi dalam web, antara lain dengan cara pembagian struktur dalam teks seperti h1 untuk judul dengan huruf yang berukuran besar, h2 untuk sub judul, h3, h4 dan seterusnya. Kemudian orang mencoba menggunkan sintak »background-image« untuk menampilkan jenis huruf ragam yang lain dalam halaman situs. Teknik ini mirip dengan teknik »Image-Replacing« pada tahun 90-an. Huruf-huruf indah yang berupa image posisinya menutupi persis jenis huruf standar internet. Masalah dalam solusi ini mungkin kita masih kenal, seperti, teks tersebut tidak bisa diperbesar ukurannya atau kita tidak bisa meng-copy-nya.

Istilah »sIFR« muncul pada pertengahan tahun 2004. sIFIR adalah solusi tayangan huruf dengan menggabungkan dua jenis script Flash dengan Java. Memang teknik ini sangat menarik, namun hambatan besar yang ada dalam teknik penggabungan ini antara lain lamanya waktu download disetiap tayangannya.

Berita menggembirakan dalam dunia tipografi dalam web datang pada tahun 2008 dengan berkembangnya bahasa program Javascript yang dapat menggantikan huruf standar HTML. Dikenal dengan »typeface.js dan Cufòn«. Sementara itu browser Safari kembali mengembangkan teknik @fontface. Dalam perkembangan teknik ini, safari dan webkit, memungkinkan jenis huruf yang berformat Open Type (Format standar huruf dalam komputer) dapat ditampilkan di Internet. Suatu langkah yang sangat ditunggu dan sangat positif sekali dalam tipografi di internet. Tahun 2009, Firefox sebagai browser terbesar kedua setelah Internet Explorer mengikuti jejak Safari dan mengembangkan bersama teknik tampilan huruf tersebut. Berita terakhir kemungkinan browser yang lain seperti Opera da Chrome akan mengikuti langkah ini.

Bagaimana perkembangannya di dekade baru ini?
Pada bagian ke dua tulisan ini, kita akan menatap kedepan dan akan membahas langkah-langkah yang menurut saya positif di dunia tipografi era digital.
it’s gonna be a Next-Big-Thing!


